Salah satu tantangan gelar event yang paling utama adalah aksesibilitas dan mobilisasi peralatan. Menyelenggarakan kompetisi di sebuah pulau membutuhkan perencanaan transportasi yang sangat matang. Misalnya, untuk membawa peralatan cabang olahraga dayung atau sepeda balap ke lokasi pertandingan, panitia harus memperhitungkan jadwal penyeberangan feri dan kapasitas jalan di sekitar lingkar Samosir yang terkadang sempit. Di sinilah peran BAPOMI diuji untuk menjalin komunikasi yang intens dengan pemerintah daerah guna memastikan bahwa mobilitas atlet dan ofisial tidak terganggu oleh kendala teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak tahap perencanaan awal.
Selain logistik, faktor cuaca di kawasan Danau Toba sering kali tidak menentu. Angin kencang dan perubahan suhu yang mendadak dapat memengaruhi keamanan peserta, terutama pada cabang olahraga air. Oleh karena itu, standar keselamatan dalam olahraga wisata harus ditingkatkan berkali lipat dibandingkan event konvensional. Mahasiswa panitia harus memiliki rencana cadangan atau mitigasi bencana yang komprehensif. Tantangan ini menuntut para atlet mahasiswa untuk memiliki adaptasi lingkungan yang cepat, sementara bagi penyelenggara, ini adalah latihan kepemimpinan dan manajemen risiko yang sangat berharga untuk karier profesional mereka di masa depan.
Aspek pemasaran juga menjadi poin krusial yang harus diperhatikan di wilayah Samosir. Mengemas sebuah kejuaraan agar menarik minat wisatawan untuk datang menonton memerlukan kreativitas tinggi. Tantangan branding ini mencakup bagaimana cara mempromosikan event tersebut di media sosial dengan konten yang segar dan informatif. BAPOMI terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan literasi digital agar mampu menciptakan narasi yang menggugah, sehingga penonton tidak hanya datang untuk melihat pertandingan, tetapi juga untuk menikmati kearifan lokal, kuliner, dan kebudayaan Batak yang kental di sekitar lokasi acara.
Terakhir, keberlanjutan lingkungan menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Event olahraga skala besar berisiko menghasilkan tumpukan sampah yang dapat mencemari ekosistem danau. BAPOMI Samosir berkomitmen untuk menerapkan konsep “Green Event”, di mana setiap peserta dan pengunjung diwajibkan untuk menjaga kebersihan area pertandingan. Menyeimbangkan antara ambisi mendatangkan banyak orang dengan upaya menjaga kelestarian alam adalah sebuah seni manajerial tersendiri. Dengan mengatasi berbagai hambatan ini secara kolektif, diharapkan Samosir akan tumbuh menjadi destinasi olahraga wisata unggulan yang mampu bersaing di level internasional, sekaligus mencetak mahasiswa yang tangguh dalam menghadapi tekanan organisasi di lapangan.