Blind Football! Bapomi Samosir Donasi Bola Lonceng untuk Tunanetra

Sepak bola sering kali disebut sebagai olahraga rakyat yang bisa dimainkan oleh siapa saja, di mana saja. Namun, bagi penyandang disabilitas penglihatan, memainkan olahraga ini membutuhkan penyesuaian teknologi dan teknik yang sangat spesifik. Di Kabupaten Samossir, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangatlah tinggi, namun akses bagi mereka yang memiliki keterbatasan netra masih sangat minim. Menyadari hal tersebut, Bapomi Samosir meluncurkan inisiatif luar biasa melalui program “Blind Football“, sebuah gerakan untuk memperkenalkan dan memfasilitasi olahraga sepak bola bagi mereka yang hidup dalam kegelapan fisik namun memiliki semangat juang yang terang benderang.

Salah satu tantangan utama dalam olahraga ini adalah ketersediaan alat bantu yang standar. Berbeda dengan olahraga konvensional, sepak bola bagi penyandang disabilitas penglihatan menggunakan bola khusus yang memiliki mekanisme suara di dalamnya. Bapomi Samosir melakukan aksi nyata dengan memberikan bantuan berupa lonceng bola yang dirancang untuk mengeluarkan bunyi gemerincing saat bergulir. Bunyi ini menjadi pemandu utama bagi para pemain untuk mendeteksi posisi objek di lapangan melalui indra pendengaran mereka. Dengan adanya bantuan alat ini, keterbatasan pandangan bukan lagi menjadi tembok penghalang bagi mereka untuk merasakan euforia mencetak gol.

Program donasi ini menyasar komunitas penyandang disabilitas di sekitar wilayah Samosir yang selama ini jarang tersentuh oleh agenda olahraga prestasi. Bapomi memahami bahwa olahraga bagi tunanetra bukan hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana rehabilitasi untuk meningkatkan orientasi mobilitas dan kepercayaan diri. Saat seorang tunanetra berlari di lapangan mengejar bola yang berbunyi, mereka sedang melatih keberanian untuk bergerak secara mandiri di ruang terbuka. Ini adalah bentuk pemberdayaan yang sangat efektif melalui jalur olahraga mahasiswa yang inklusif.

Proses latihan sepak bola buta ini juga memerlukan pengawasan khusus. Bapomi Samosir melibatkan mahasiswa olahraga sebagai pemandu (guide) yang berdiri di belakang gawang lawan untuk memberikan instruksi arah melalui suara. Kerja sama antara pemain dan pemandu menciptakan ikatan sosial yang kuat. Selain memberikan bantuan fisik, Bapomi juga berupaya menciptakan ekosistem kompetisi yang sehat agar para penyandang disabilitas di Samosir tidak merasa sendirian dalam perjuangan mereka. Melalui olahraga, mereka menemukan komunitas yang saling mendukung dan memberikan energi positif untuk menghadapi tantangan hidup sehari-hari.