Danau Toba selalu menawarkan pemandangan yang menyejukkan jiwa, namun bagi mahasiswa yang peduli pada pendidikan, keindahan alam tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitarnya. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, muncul sebuah inisiatif kreatif yang dinamakan Ramadan Library. Program ini merupakan sebuah perpustakaan apung dan taman bacaan sementara yang didirikan oleh gabungan aktivis kampus untuk mengisi waktu luang anak-anak pesisir dengan aktivitas yang lebih produktif daripada sekadar bermain gawai atau menunggu waktu berbuka dengan kegiatan yang kurang bermanfaat.
Kehadiran taman bacaan di wilayah ini menjadi oase pengetahuan bagi masyarakat lokal. Selama bulan puasa, intensitas belajar di sekolah sering kali menurun, dan di sinilah peran mahasiswa untuk memastikan bahwa minat baca anak-anak tetap terjaga. Lokasi yang dipilih berada tepat di tepian Toba, memanfaatkan semilir angin dan suara ombak yang tenang sebagai latar belakang yang mendukung konsentrasi. Mahasiswa percaya bahwa lingkungan yang nyaman akan membuat buku tidak lagi terlihat sebagai beban, melainkan sebagai jendela untuk melihat dunia yang lebih luas dari sekadar cakrawala danau.
Fokus utama dari Ramadan Library ini adalah menyediakan literasi yang variatif, mulai dari buku cerita islami, sejarah nusantara, hingga buku sains populer yang dikemas secara menarik. Mahasiswa tidak hanya membiarkan anak-anak membaca sendiri, tetapi juga mengadakan sesi “Membaca Bersama” dan diskusi singkat mengenai isi buku. Melalui metode ini, anak-anak diajak untuk berpikir kritis dan berani mengutarakan pendapat mereka. Inisiatif mahasiswa di sini adalah menjadi fasilitator yang menjembatani rasa ingin tahu anak-anak dengan sumber informasi yang kredibel.
Manajemen koleksi buku dalam program ini berasal dari donasi masyarakat dan koleksi pribadi para mahasiswa. Mereka menerapkan sistem peminjaman yang unik, di mana setiap anak yang berhasil merangkum isi buku yang mereka baca akan mendapatkan apresiasi kecil berupa takjil sehat saat waktu berbuka tiba. Hal ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan antusiasme peserta. Di tepian Toba, suasana Ramadan menjadi lebih intelektual dan bermakna, di mana suara tawa anak-anak bersahut-sahutan dengan diskusi hangat mengenai tokoh-tokoh inspiratif yang mereka temukan dalam lembaran buku.